Mahar Berupa Perkataan dalam Perkawinan di Kepulauan Sula Perspektif Hukum Keluarga Islam
Kata Kunci:
Mahar Perkataan; Hukum Keluarga Islam; Maslahah Mursalah; Kompilasi Hukum Islam; Kepulauan SulaAbstrak
Artikel ini mengkaji praktik pemberian mahar berupa perkataan dalam perkawinan masyarakat muslim di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Mahar perkataan—yakni janji lisan yang diucapkan mempelai pria sebagai mas kawin—merupakan fenomena yang jarang terdokumentasi dalam literatur hukum Islam. Penelitian bertujuan mendeskripsikan mekanisme pelaksanaan mahar perkataan serta menganalisis keabsahannya dari perspektif hukum keluarga Islam, mencakup pandangan fuqaha klasik (imam mazhab), Kompilasi Hukum Islam, ulama lokal, dan teori maslahah mursalah. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi lapangan terhadap lima kasus perkawinan, penelitian menemukan bahwa mahar perkataan dilaksanakan dalam prosesi ijab kabul namun secara konsisten diganti dengan mahar benda atas dorongan pejabat KUA dan ulama setempat. Keseluruhan pandangan hukum Islam yang dikaji menolak keabsahan mahar perkataan karena tidak memenuhi syarat qimah (nilai materi) dan tamlik (kemampuan diserahterimakan), meskipun mengandung maslahat psikologis bagi istri.
Unduhan
Referensi
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jawa Timur: Qiara Media, 2020.
Al-Syafi'i, Muhammad bin Idris. Al-Umm. Diterjemahkan oleh Ismail Yakub. Jilid V. Jakarta: CV. Faizan, 1984.
Al-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Juz 9. Damaskus: Dar al-Fikr, 2011.
Auda, Jasser. Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought, 2008.
Azzam, Abdul Aziz Muhammad, dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas. Fiqh Munakahat. Jakarta: AMZAH, 2009.
Beddu, Muhammad Juni, Ahmad Mas’ari, dan Novi Yanti. “Mahar sebagai Instrumen Perlindungan Hak-hak Perempuan dalam Pernikahan: Perspektif Hukum Islam.” Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan 21, no. 1 (2024): 474–485. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v21i01.896.
Damis, Harijah. “Konsep Mahar dalam Perspektif Fikih dan Perundang-undangan.” Jurnal Yudisial 9, no. 1 (Maret 2016): 19–35. https://doi.org/10.29123/jy.v9i1.29.
Djamil, Faturrahman. Filsafat Hukum Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997.
Djazuli. Kaidah-Kaidah Fikih Islam. Jakarta: Kencana, 2007.
Harahap, Azizah Alifiyah. “Tinjauan Hadis tentang Mahar Non-Materi.” Tesis, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 2024.
Hefni, Harjani. Komunikasi Islam. Jakarta: Pradana Media Grup, 2017.
Ibn Qudamah. Al-Mughni. Juz 7. Kairo: Maktabah al-Qahirah, 1997.
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
Malik bin Anas, Imam. Al-Mudawwanah al-Kubra. Juz 2. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1994.
Miles, Matthew B., dan A. Michael Huberman. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. 2nd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 1994.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2019.
Mulia, Siti Musdah. "Muslim Family Law Reform in Indonesia: A Progressive Interpretation of the Qur'an." Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam 15, no. 2 (2015). 1-18. https://journal.uii.ac.id/JHI/article/view/6145.
Nirwan Dj. Arfa. “Persepsi Penghulu Terhadap Ijab-Kabul Senafas dalam Akad Nikah.” Skripsi, STAI Babussalam Sula, 2023.
Ridwan, Muhammad. “Kedudukan Mahar dalam Perkawinan.” Jurnal Perspektif 13, no. 1 (2020): 43–51.
Saidah, Yuni Nur. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Pemberian Mahar Non Materi.” Isti’dal: Jurnal Studi Hukum Islam 9, no. 1 (2022): 112–129. https://doi.org/10.34001/ijshi.v9i1.3257.
Sari, Novita. “Mahar Pernikahan Perspektif Hukum Keluarga Islam.” el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 1 (2023): 16–35. https://doi.org/10.53515/ebjhki.v2i1.27
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016.
Syarifuddin, Amir. Ushul Fiqh. Jilid 2. Jakarta: Kencana, 2009.
_______________. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2011.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 yulianti yulianti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi: Karya yang dipublikasikan di Al-Mizan: Jurnal Kajian Hukum dan Ekonomi dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA).


