Islamisasi Ilmu versus Dekolonial: Kerangka Kriteria Pembeda dalam Epistemologi Islam Kontemporer
Kata Kunci:
Islamisasi ilmu pengetahuan; teori dekolonial; epistemologi Islam; keadilan epistemik; pluriversalitasAbstrak
Proyek Islamisasi ilmu pengetahuan dan pendekatan dekolonial kerap dipertukarkan dalam wacana epistemologi Islam kontemporer, meskipun keduanya lahir dari genealogi intelektual berbeda dan membawa konsekuensi filosofis yang tidak dapat disamakan. Kerancuan ini berdampak pada perumusan kurikulum di perguruan tinggi Islam, karena pengelola program studi kesulitan menentukan rujukan yang konsisten ketika kedua istilah dipakai bergantian tanpa batas konseptual. Kajian ini bertujuan menyusun kriteria sistematis untuk membedakan kedua proyek melalui telaah pustaka kritis atas pemikiran al-Faruqi, al-Attas, Quijano, dan Mignolo beserta literatur akademik relevan. Analisis dilakukan pada lima dimensi: genealogi intelektual, fondasi epistemologis, strategi metodologis, orientasi terhadap tradisi dan modernitas, serta visi transformasi sosial-politik. Temuan menunjukkan bahwa Islamisasi ilmu bercorak normatif-teologis dengan wahyu sebagai otoritas tertinggi, sedangkan pendekatan dekolonial bersifat pluralis dan menolak segala bentuk otoritas epistemik tunggal. Kajian ini menawarkan kerangka kriteria yang dapat dipakai ulang oleh sarjana dan pengelola pendidikan tinggi Islam untuk memosisikan proyek epistemologis secara tepat, sekaligus menghindari pencampuradukan konseptual dalam kurikulum dan kebijakan institusional.

