PENGELOLAAN KEUANGAN NELAYAN TUNA SIRIP KUNING DI DESA SANGOWO PULAU MOROTAI: STRATEGI PENINGKATAN LITERASI FINANSIAL MASYARAKAT NELAYAN
Kata Kunci:
Literasi Keuangan, Nelayan Tuna Sirip Kuning, Desa Sangowo, Pulau Morotai, Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga, Perikanan Skala Kecil.Abstrak
Sektor perikanan tangkap di Desa Sangowo, Kabupaten Pulau Morotai, memiliki potensi ekonomi luar biasa yang didominasi oleh komoditas ekspor tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Meskipun menghasilkan pendapatan harian yang relatif tinggi pada musim panen, masyarakat nelayan tradisional di wilayah ini menghadapi kerentanan ekonomi yang signifikan akibat fluktuasi pendapatan musiman dan rendahnya tingkat literasi keuangan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan keluarga nelayan melalui pendekatan edukasi terstruktur, pendampingan pencatatan kas rumah tangga, serta pengenalan lembaga keuangan formal dan syariah. Metodologi pelaksanaan menggunakan perpaduan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD) yang melibatkan 35 kepala keluarga nelayan tuna sirip kuning serta kelompok perempuan/istri nelayan. Program dilaksanakan dalam empat tahap: pemetaan kebutuhan dan baseline assessment, pelatihan intensif literasi keuangan, pendampingan pencatatan keuangan harian, serta evaluasi berbasis indikator capaian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan indeks literasi keuangan peserta sebesar 44,03%, terbentuknya 28 buku kas harian rumah tangga nelayan, serta dimulainya pembentukan tabungan dana darurat musiman (seasonal emergency fund) pada lembaga keuangan lokal. Pendampingan ini terbukti efektif dalam mentransformasi pola konsumsi impulsif menjadi alokasi keuangan yang lebih adaptif terhadap siklus ketidakpastian musim tangkap.
Referensi
Asian Development Bank. (2019). Sustainable fisheries development in Pacific and island states: Economic and financial management strategies. ADB Publishing.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Pulau Morotai. (2025). Kabupaten Pulau Morotai dalam angka 2025. BPS Kabupaten Pulau Morotai.
Food and Agriculture Organization. (2020). Securing sustainable small-scale fisheries: Enhancing financial inclusion and risk management in coastal communities (FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 658). FAO.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Strategi nasional literasi keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025. Otoritas Jasa Keuangan.
Pramoda, R., & Kusumasiwi, A. (2021). Strategi nafkah adaptif dan pengelolaan keuangan rumah tangga nelayan skala kecil dalam mengatasi musim paceklik. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 16(2), 145–158.
Satria, A. (2015). Ekologi politik perikanan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Subawa, I. M., & Hidayat, R. (2020). Model pendampingan literasi keuangan syariah bagi masyarakat pesisir dan perbatasan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 26(3), 178–186.
Suhana, S., & Martianto, D. (2018). Dinamika pendapatan dan pola konsumsi rumah tangga nelayan tuna di wilayah pesisir Maluku Utara. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 8(1), 33–44.
World Bank. (2021). Fisheries and aquaculture financial resilience in small island developing states. World Bank Group.
